Senin, 13 Juli 2026

Poster Twibbon MPLS dan Peserta Didik Baru

 




Hak cipta     *Penulis: Edwin Kurniadi*

soal UKKJ Ahli Pertama Ke Muda

                                                     

                                                  Silahkan klik Link di bawah ini agar Bisa Lanjut

                                                                                👇👇

                                                               ukkj ahli pertama ke muda

Sabtu, 09 Mei 2026

T4.2.5. Aktivitas 5. Merefleksikan Pembelajaran Menguatkan Pemahaman, Menajamkan Strategi

 

  1. Apakah strategi pengajaran yang ditunjukkan sudah memahamkan murid?
    Ya, strategi pengajaran yang ditampilkan sudah membantu murid memahami materi dengan lebih baik. Penyampaian materi dilakukan secara bertahap dan disertai contoh langsung sehingga murid lebih mudah mengikuti pembelajaran. Pendekatan tersebut juga membantu murid menjadi lebih fokus, aktif, dan berani mencoba menyelesaikan tugas secara mandiri.

  2. Apa yang bagus dan bisa dipertahankan?
    Hal yang baik dan perlu dipertahankan adalah cara guru membangun komunikasi yang positif dengan murid, memberikan arahan secara jelas, serta membimbing murid dengan sabar selama proses belajar berlangsung. Suasana pembelajaran terlihat lebih hidup karena murid diberi kesempatan untuk praktik langsung dan mendapatkan penguatan dari guru ketika berhasil melakukan tugas dengan baik.

  3. Adakah hal yang bisa ditingkatkan atau diperjelas?
    Hal yang masih dapat ditingkatkan yaitu memperhatikan perbedaan kemampuan setiap murid agar semua dapat mengikuti pembelajaran secara optimal. Guru juga dapat menambahkan lebih banyak variasi aktivitas, media pembelajaran, dan kesempatan refleksi agar murid semakin memahami materi dan lebih percaya diri dalam belajar.

 *Penulis: Edwin Kurniadi*

T4.2.4. Aktivitas 4. Menerapkan Konsep Menuntun Praktik Mengajar yang Berdampak

dibawah ini berbentuk POSTER


dibawah ini berbentuk tulisan  👇👇
  1. Tuliskan beberapa bentuk prompt gerak tubuh yang sudah Bapak dan Ibu lakukan di kelas dan apa maknanya.

  • Mengangkat jempol → tanda bahwa jawaban atau pekerjaan murid sudah benar.

  • Menunjuk papan tulis → mengarahkan perhatian murid pada materi pembelajaran.

  • Mengangkat tangan → memberi tanda agar murid tenang dan memperhatikan guru.

  • Menganggukkan kepala → memberi dukungan agar murid melanjutkan jawabannya.

  • Tepuk tangan → bentuk apresiasi dan penyemangat bagi murid.

  1. Apakah seluruh murid dapat memahami prompt tersebut? Jelaskan alasannya.
    Sebagian besar murid dapat memahami prompt tersebut karena digunakan secara konsisten dan berulang dalam pembelajaran. Gerakan yang sederhana juga memudahkan murid memahami maksud dari isyarat yang diberikan guru. Namun, ada beberapa murid yang masih memerlukan penjelasan tambahan atau contoh secara langsung.

  2. Nilai-nilai apa yang terbentuk dalam prompt yang Bapak dan Ibu terapkan selama ini?
    Nilai yang terbentuk antara lain disiplin, tanggung jawab, percaya diri, fokus belajar, kerja sama, dan sikap saling menghargai antara guru dan murid.

  3. Dapatkah Bapak/Ibu mencoba mencari bentuk prompt gerak tubuh lainnya? Sebutkan. Lalu, jangan lupa praktikkan di dalam kelas.
    Ya, saya dapat mencoba bentuk prompt lain seperti:

  • Jari di bibir → tanda agar murid tenang.

  • Menunjuk telinga → tanda agar murid mendengarkan dengan baik.

  • Gerakan tangan memutar → tanda agar murid melanjutkan kegiatan.

  • Mengacungkan dua jari → tanda untuk bekerja berpasangan atau berdiskusi.

 *Penulis: Edwin Kurniadi*

T4.2.3. Aktivitas 3. Memperkaya Pemahaman Menguatkan Pemahaman lewat Tayangan Video

 

✏️ Gagasan utama, kutipan penting, atau strategi yang menarik perhatian

  • Pengajaran langsung membantu murid memahami materi melalui langkah-langkah yang jelas, terstruktur, dan bertahap.
  • Strategi prompt digunakan untuk membantu murid agar mampu melakukan tugas atau perilaku yang diharapkan secara bertahap hingga mandiri.
  • Teknik prompting terbukti membantu meningkatkan kemampuan kontak mata pada anak gangguan spektrum autisme dari 1 detik menjadi 5 detik.
  • Guru perlu memberikan bantuan sesuai kebutuhan murid dan mengurangi bantuan secara bertahap agar murid menjadi lebih mandiri.

🔖 Bagian yang relevan dengan pengalaman saya

Saya menyadari bahwa selama ini saya sudah sering menggunakan pengajaran langsung, seperti memberikan contoh, menjelaskan langkah-langkah tugas, dan mengecek pemahaman murid secara berkala. Saya juga pernah menggunakan prompt sederhana berupa isyarat, pengulangan instruksi, dan contoh langsung ketika membantu murid yang mengalami kesulitan belajar atau kurang fokus saat pembelajaran berlangsung.


📝 Refleksi pribadi

✨ Apa hal baru yang saya pelajari?

Saya memahami bahwa prompt bukan sekadar membantu murid, tetapi strategi yang terencana untuk membimbing murid mencapai kemandirian belajar. Saya juga belajar bahwa bantuan dapat diberikan dalam bentuk verbal, gestur, maupun bantuan fisik secara bertahap.

🤔 Apa yang menguatkan atau menantang pemahaman saya selama ini?

Materi ini menguatkan pemahaman saya bahwa setiap murid membutuhkan pendekatan yang berbeda sesuai kebutuhannya. Namun, saya juga merasa tertantang untuk lebih konsisten mengurangi bantuan secara bertahap agar murid tidak terlalu bergantung pada guru.

🚀 Strategi apa yang ingin saya coba atau sesuaikan dengan konteks kelas saya?

Saya ingin lebih sering menggunakan pengajaran langsung yang sistematis dan prompt yang sesuai kebutuhan murid, seperti menggunakan isyarat visual, contoh konkret, dan instruksi sederhana. Saya juga ingin lebih rutin mengamati respons murid agar bantuan yang diberikan benar-benar efektif dan dapat dikurangi secara bertahap untuk melatih kemandirian mereka.

 *Penulis: Edwin Kurniadi*

Jumat, 08 Mei 2026

T4.2.2. Aktivitas 2. Mengeksplorasi Strategi Pengajaran Langsung dan Prompt: Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

  📌 Refleksi

 *Penulis: Edwin Kurniadi*

  1. Apakah saya sudah memberikan bantuan yang benar-benar dibutuhkan murid, bukan yang saya anggap mudah untuk saya?
    Saya mulai menyadari bahwa bantuan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan murid, bukan hanya berdasarkan cara yang paling mudah bagi saya sebagai guru. Saya perlu lebih memperhatikan kemampuan dan kesulitan masing-masing murid agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat.

  2. Sudahkah saya memberi ruang bagi murid untuk mencoba, gagal, dan belajar bangkit kembali?
    Saya sudah berusaha memberikan kesempatan kepada murid untuk mencoba menyelesaikan tugas sendiri, meskipun terkadang masih terlalu cepat membantu ketika mereka mengalami kesulitan. Saya menyadari bahwa proses mencoba dan belajar dari kesalahan sangat penting untuk perkembangan murid.

  3. Apakah saya konsisten dalam mengurangi bantuan agar murid makin mandiri?
    Saya masih perlu lebih konsisten dalam mengurangi bantuan secara bertahap agar murid dapat belajar lebih mandiri dan percaya diri dalam menyelesaikan tugasnya sendiri.

 📌 Refleksi
  1. Apakah benar memberi isyarat, petunjuk, atau bantuan tambahan itu melemahkan murid?
    Tidak. Memberikan isyarat, petunjuk, atau bantuan tambahan bukan berarti melemahkan murid, tetapi membantu mereka memahami langkah awal dalam belajar sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka.

  2. Atau, justru itu cara saya membuka jalan agar mereka bisa melangkah sendiri?
    Ya. Prompt merupakan cara untuk membantu murid lebih percaya diri, mampu mencoba, dan secara bertahap belajar menjadi lebih mandiri dalam menyelesaikan tugas dan menghadapi tantangan belajar.

T4.1.5. Aktivitas 5. Merefleksikan Pembelajaran Langkah Kecil Berdampak Besar

 📌 Refleksi

 *Penulis: Edwin Kurniadi*

  1. Apa yang saya pahami tentang asesmen fungsional?
    Saya memahami bahwa asesmen fungsional adalah proses untuk mengetahui kebutuhan, kemampuan, hambatan, dan cara belajar murid secara menyeluruh, tidak hanya dari hasil akademik tetapi juga dari perilaku, komunikasi, interaksi sosial, emosi, dan kemandiriannya.

  2. Mengapa asesmen ini penting dalam pembelajaran saya? Hubungkan dengan pengalaman nyata yang pernah dialami Bapak dan Ibu.
    Asesmen fungsional penting karena membantu saya memahami kebutuhan setiap murid sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi mereka. Saya pernah memiliki murid yang sering tidak fokus dan terlambat menyelesaikan tugas. Awalnya saya menganggap murid tersebut kurang disiplin, tetapi setelah diamati lebih lanjut ternyata ia mudah terdistraksi dan membutuhkan arahan yang lebih jelas serta pendampingan. Dari pengalaman itu saya menyadari bahwa memahami kebutuhan murid sangat penting agar guru dapat memberikan dukungan yang tepat dalam pembelajaran.