Saya juga pernah merasa kewalahan menghadapi murid dengan berbagai karakter yang berbeda.
Di kelas saya, ada murid yang cepat sekali menangkap pelajaran. Tapi di sisi lain, ada juga yang perlu dijelaskan berulang-ulang.
Ada yang aktif bertanya, bahkan sebelum saya selesai menjelaskan. Namun ada juga yang hanya diam, menunduk, dan sulit sekali diajak berbicara.
Kadang saya baru sadar, mereka bukan tidak mau belajar. Mereka hanya punya cara belajar yang berbeda.
Ada yang lebih paham kalau melihat gambar, ada yang harus mendengar penjelasan, dan ada juga yang perlu waktu lebih lama untuk memahami.
Cerita Pak Hardi mengingatkan saya bahwa tugas saya bukan hanya mengajar, tapi juga memahami.
Memahami bahwa setiap murid itu unik, dan mereka butuh pendekatan yang berbeda.
Saya masih terus belajar.
Belajar untuk lebih sabar, lebih peka, dan mencoba menyesuaikan cara mengajar saya.
Harapan saya sederhana, semoga setiap murid di kelas saya bisa merasa dihargai dan punya kesempatan untuk berhasil dengan caranya masing-masing.
*Penulis: Edwin Kurniadi*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar