Kamis, 29 Oktober 2026

BAHAN BACAAN PJOK KELAS IV SDN 003 BUKIT PADI

Mengenal Gerak Dasar, Olahraga, dan Hidup Sehat

Mata Pelajaran: PJOK | Kelas: IV SD | TP 2026/2027

Petunjuk Membaca

Bacalah materi berikut dengan teliti sebelum mengerjakan LKPD PJOK. Materi ini disusun sesuai dengan isi 30 soal pilihan ganda dan 5 soal esai. Pahami pengertian, contoh, manfaat, dan sikap yang baik saat berolahraga.

1. Permainan Bola Besar

A. Permainan Sepak Bola

Sepak bola adalah permainan beregu yang bertujuan memasukkan bola ke gawang lawan. Satu regu terdiri atas 11 pemain inti. Pemain biasanya memainkan bola menggunakan kaki. Teknik dasar sepak bola meliputi menendang, mengoper, menggiring, dan menghentikan bola. Menendang bola dengan kaki bagian dalam biasanya digunakan untuk mengoper bola kepada teman karena membantu mengarahkan bola dengan lebih tepat.

B. Permainan Bola Voli

Bola voli adalah permainan beregu yang dimainkan dengan melewatkan bola melewati net ke daerah lawan. Teknik dasar bola voli antara lain servis dan passing. Servis digunakan untuk memulai permainan. Passing bawah dilakukan dengan kedua lengan bagian bawah, sedangkan passing atas dilakukan menggunakan jari-jari tangan di atas kepala.

C. Permainan Bola Basket

Bola basket adalah permainan beregu yang bertujuan memasukkan bola ke dalam keranjang lawan. Teknik dasarnya antara lain passing, dribbling, dan shooting. Passing berarti mengoper bola kepada teman. Dribbling adalah gerakan memantulkan bola ke lantai sambil bergerak. Shooting adalah melempar bola ke arah keranjang untuk mencetak angka.

2. Gerak Dasar

A. Gerak Lokomotor

Gerak lokomotor adalah gerakan yang menyebabkan tubuh berpindah tempat. Contohnya berjalan, berlari, melompat, dan meloncat. Berlari termasuk gerak lokomotor karena tubuh berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

B. Gerak Nonlokomotor

Gerak nonlokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat. Contohnya membungkukkan badan, memutar badan, mengayunkan tangan di tempat, dan menekuk lutut.

C. Gerak Manipulatif

Gerak manipulatif adalah gerakan yang melibatkan penggunaan atau penguasaan benda, misalnya bola. Contohnya melempar bola, menangkap bola, menendang bola, dan memukul bola.

3. Pemanasan, Pendinginan, dan Kebugaran Jasmani

A. Pemanasan dan Pendinginan

Sebelum berolahraga, kita perlu melakukan pemanasan. Pemanasan bertujuan mempersiapkan tubuh dan otot untuk bergerak serta membantu mengurangi risiko cedera. Contohnya berjalan ringan dan menggerakkan lengan serta kaki secara terkendali. Setelah berolahraga, lakukan pendinginan untuk membantu tubuh kembali secara bertahap ke keadaan istirahat. Contohnya berjalan perlahan dan melakukan peregangan ringan.

B. Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh melakukan kegiatan sehari-hari atau aktivitas fisik tanpa mengalami kelelahan berlebihan. Latihan lari secara teratur dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Sit-up terutama melatih kekuatan otot perut, sedangkan push-up terutama melatih kekuatan otot lengan dan dada. Kelincahan adalah kemampuan mengubah arah gerakan dengan cepat dan terkendali.

4. Atletik dan Gerakan Keseimbangan

Atletik meliputi kegiatan seperti lari, lompat, dan lempar. Lari merupakan salah satu cabang olahraga atletik. Dalam lompat jauh, gerakan awal sebelum melompat adalah berlari untuk mendapatkan awalan. Setelah itu, pelompat melakukan tolakan, melayang di udara, dan mendarat. Keseimbangan adalah kemampuan mempertahankan posisi tubuh agar tetap stabil. Saat berlatih keseimbangan, jaga posisi tubuh dengan baik dan lakukan gerakan secara terkendali.

5. Senam Lantai

Senam lantai adalah aktivitas senam yang dilakukan di atas permukaan yang aman. Senam lantai sebaiknya dilakukan di atas matras agar tubuh lebih terlindungi saat berlatih. Salah satu gerakannya adalah guling depan. Saat melakukan guling depan, dagu dirapatkan ke arah dada. Gerakan harus dilakukan dengan teknik yang benar, di tempat yang aman, dan dengan arahan atau pengawasan guru. Hindari lantai licin dan tempat berbahaya.

6. Makanan Bergizi, Kebersihan Diri, dan Istirahat

A. Makanan Bergizi Seimbang

Agar tubuh tetap sehat, kita perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Makanlah beragam makanan, seperti makanan pokok, lauk yang mengandung protein, sayuran, dan buah-buahan. Jangan hanya mengonsumsi permen atau minuman bersoda.

B. Menjaga Kebersihan Tubuh

Kebersihan tubuh perlu dijaga setiap hari. Caranya antara lain mandi secara teratur, menyikat gigi, memakai pakaian bersih, dan mencuci tangan dengan sabun sebelum makan. Mencuci tangan membantu membersihkan kotoran dan kuman yang dapat menyebabkan penyakit.

C. Istirahat yang Cukup

Tidur yang cukup membantu pertumbuhan dan pemulihan tubuh setelah beraktivitas. Anak-anak perlu memiliki waktu tidur yang cukup agar tubuh terasa segar dan dapat belajar serta berolahraga dengan baik.

7. Keselamatan dan Sportivitas

A. Menjaga Keselamatan Saat Berolahraga

Saat berolahraga, patuhi arahan guru dan gunakan alat yang aman. Jika teman terjatuh, jangan menertawakan atau meninggalkannya. Tolonglah dengan aman dan panggil guru jika teman membutuhkan bantuan. Jika merasa pusing atau sangat lelah saat berolahraga, berhentilah, beristirahat, dan segera beri tahu guru. Jangan memaksakan diri untuk terus berlari atau mengikuti permainan.

B. Sportivitas

Sportivitas adalah sikap jujur, adil, menaati peraturan, menghormati teman dan lawan, serta menerima hasil pertandingan dengan baik. Contoh sikap sportif adalah tidak curang, tidak menyalahkan teman ketika kalah, menghormati lawan, dan memberi selamat kepada pemenang.

Rangkuman Penting

  • Sepak bola menggunakan kaki; satu regu terdiri atas 11 pemain inti. Kaki bagian dalam serindigunakan untuk mengoper bola.
  • Teknik dasar bola voli antara lain passing dan servis.
  • Bola basket bertujuan memasukkan bola ke keranjang; dribbling berarti memantulkan bola ke lantai.
  • Lokomotor berpindah tempat; nonlokomotor tidak berpindah tempat; manipulatif melibatkan penggunaan benda.
  • Pemanasan dilakukan sebelum olahraga, sedangkan pendinginan dilakukan setelah olahraga.
  • Lari dapat melatih daya tahan; sit-up melatih otot perut; push-up melatih otot lengan dan dada; kelincahan berarti cepat mengubah arah.
  • Lari termasuk atletik; lompat jauh diawali dengan berlari; keseimbangan berarti menjaga tubuh tetap stabil.
  • Senam lantai dilakukan di atas matras; saat guling depan, dagu dirapatkan ke arah dada.
  • Tubuh sehat membutuhkan makanan bergizi, mandi teratur, mencuci tangan dengan sabun, dan tidur cukup.
  • Tolong teman yang terjatuh dengan aman, berhenti dan beri tahu guru jika pusing atau sangat lelah, serta junjung sportivitas
  • 👉Bacalah dengan teliti, pahami materinya, lalu kerjakan LKPD dengan jujur dan mandiri.
 H@K Cipt@ Edwin Kurniadi

Selasa, 27 Oktober 2026

Menjemput Asa, Menguatkan Masa Depan: Fahri Ramadhan Kembali ke Bangku Sekolah


Dokumentasi Proses belajar Wali kelas 5 SDN 003 Bukit Padi

FAHRI KEMBALI KE SEKOLAH, SEMANGAT BARU UNTUK BELAJAR

SDN 003 Bukit Padi, 27 Oktober 2026 — Setelah sebelumnya dilakukan penjangkauan dan kunjungan ke rumah, Fahri Ramadhan akhirnya kembali ke sekolah dan mulai mengikuti proses pembelajaran di SDN 003 Bukit Padi.

Kembalinya Fahri ke sekolah menjadi kabar yang menggembirakan bagi pihak sekolah. Pada Senin, 26 Oktober 2026, Fahri mulai mengikuti kegiatan belajar bersama teman-temannya di kelas 5 SDN 003 Bukit Padi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kembalinya Fahri ke sekolah, pihak sekolah juga memberikan bantuan seragam sekolah lengkap. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bendahara BOS SDN 003 Bukit Padi, Nova Sugianti, S.I.P., kepada orang tua Fahri. 

Penyerahan Seragam Sekolah 

Pemberian bantuan seragam sekolah ini merupakan bentuk dukungan sekolah agar Fahri dapat kembali mengikuti kegiatan pembelajaran dengan lebih nyaman dan percaya diri. Dengan tersedianya perlengkapan sekolah, diharapkan Fahri semakin termotivasi untuk mengikuti kegiatan belajar bersama teman-temannya.

Dalam proses belajar, Fahri mendapatkan pendampingan dari Kepala SDN 003 Bukit Padi, Daisimi, S.Pd., SD, bersama Wali Kelas 5, M. Hamdan, S.Pd., Gr. Fahri mulai mengikuti kegiatan pembelajaran bersama teman-teman sekelasnya di ruang komputer sekolah.

Suasana belajar

Kembalinya Fahri ke lingkungan sekolah menjadi langkah awal yang penting dalam melanjutkan pendidikannya. Dengan pendampingan dari kepala sekolah, wali kelas, guru, teman-teman, serta dukungan keluarga, diharapkan Fahri dapat beradaptasi dengan baik dan mengikuti proses pembelajaran secara berkelanjutan.

Pihak SDN 003 Bukit Padi berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan perhatian kepada Fahri agar dapat mengikuti pembelajaran dengan nyaman, meningkatkan semangat belajar, serta berkembang bersama teman-temannya.

Satu Langkah Hari Ini, Harapan untuk Masa Depan

Kembalinya Fahri Ramadhan ke bangku sekolah menjadi pengingat bahwa kepedulian dan tindakan nyata dapat membuka kesempatan baru bagi anak untuk melanjutkan pendidikan.

Melalui kunjungan rumah, pendekatan persuasif, dukungan seragam sekolah, dan pendampingan pembelajaran, SDN 003 Bukit Padi terus berupaya menjalankan perannya dalam mendukung keberlanjutan pendidikan anak.

Kepala Sekolah & Wali kelas 5

Kisah Fahri menjadi bukti bahwa melalui kepedulian, pendekatan persuasif, dukungan keluarga, dan kehadiran sekolah, anak yang sebelumnya tidak bersekolah dapat kembali mendapatkan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

Selamat kembali belajar, Fahri Ramadhan. Teruslah bersemangat, raih cita-citamu, dan jadikan sekolah sebagai tempat untuk tumbuh, belajar, dan membangun masa depan.

SDN 003 Bukit Padi
Bersama Mengantarkan Anak Kembali ke Sekolah.

 *H@K Cipt@ SDN 003 Bukit Padi*

Sabtu, 24 Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026

Dari Rumah Kembali ke Sekolah: Langkah Nyata SDN 003 Bukit Padi Menjangkau ATS (Anak Tidak Sekolah)

Dokumentasi 


UPAYA MENGAJAK DAN MEMOTIVASI ANAK UNTUK KEMBALI MELANJUTKAN PENDIDIKAN 

SDN 003 BUKIT PADI

Bukit Padi, 23 Oktober 2026 — SDN 003 Bukit Padi terus berupaya mendukung pemenuhan hak anak untuk memperoleh pendidikan. Salah satu bentuk upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan penjangkauan terhadap Anak Tidak Sekolah (ATS) yang berada di lingkungan sekitar sekolah.

Kegiatan penjangkauan dilakukan dengan mengunjungi langsung kediaman Fahri Ramadhan, seorang anak yang saat ini belum melanjutkan pendidikan. Kunjungan tersebut dilakukan oleh Kepala SDN 003 Bukit Padi, Daisimi, S.Pd., SD, bersama Nova Sugianti, S.IP.

Kunjungan rumah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekolah terhadap keberlanjutan pendidikan Fahri. Selain untuk mengetahui kondisi Fahri secara langsung, kegiatan ini juga bertujuan memberikan motivasi serta membangun komunikasi yang baik dengan Fahri dan keluarganya.

Kepala Sekolah Bersama Orang tua Fahri


  • Pendekatan Persuasif kepada Fahri

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Sekolah Daisimi, S.Pd., SD bersama Nova Sugianti, S.IP. melakukan pendekatan secara persuasif dan kekeluargaan kepada Fahri.

Fahri diajak berbicara secara baik dan diberikan kesempatan untuk menyampaikan kondisi serta keinginannya. Tim sekolah kemudian memberikan motivasi bahwa pendidikan sangat penting bagi masa depan dan bahwa Fahri masih memiliki kesempatan untuk kembali belajar dan melanjutkan pendidikan.

Fahri juga diberikan pemahaman bahwa kembali ke sekolah bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti atau dikhawatirkan. Sekolah siap membantu dan mendampingi Fahri agar dapat kembali beradaptasi dengan lingkungan belajar serta teman-temannya.

Pendekatan juga dilakukan kepada keluarga Fahri. Pihak sekolah menyampaikan pentingnya dukungan keluarga dalam membantu anak kembali mendapatkan pendidikan. Keluarga diajak bersama-sama memberikan semangat kepada Fahri agar memiliki kemauan dan kesiapan untuk kembali bersekolah.

  • Hasil Kegiatan Penjangkauan

Hasil dari kegiatan kunjungan dan pendekatan yang dilakukan oleh pihak sekolah menunjukkan hasil yang positif.

Fahri Ramadhan menyatakan bersedia dan mau kembali bersekolah serta melanjutkan pendidikannya di SDN 003 Bukit Padi.

Bersama Fahri 

Kesediaan Fahri tersebut menjadi hasil penting dari kegiatan penjangkauan ATS yang dilakukan oleh pihak sekolah. Pendekatan secara langsung dan kekeluargaan diharapkan dapat membantu menumbuhkan kembali semangat Fahri untuk belajar.

Pihak sekolah menyambut baik kemauan Fahri untuk kembali bersekolah dan berkomitmen memberikan pendampingan selama proses kembali ke sekolah. Pendampingan diperlukan agar Fahri dapat merasa nyaman, percaya diri, dan mampu mengikuti kegiatan pembelajaran bersama siswa lainnya.

  • Tindak Lanjut Sekolah

Sebagai tindak lanjut dari hasil kunjungan, SDN 003 Bukit Padi akan melakukan beberapa langkah, antara lain:

  1. Menindaklanjuti kesediaan Fahri untuk kembali bersekolah.

  2. Berkomunikasi dengan keluarga mengenai persiapan Fahri kembali ke sekolah.

  3. Membantu proses administrasi dan pendataan yang diperlukan.

  4. Mempersiapkan penerimaan dan pendampingan Fahri di lingkungan sekolah.

  5. Membantu Fahri beradaptasi kembali dengan guru dan teman-temannya.

  6. Memantau kehadiran Fahri setelah kembali mengikuti pembelajaran.

  7. Melakukan komunikasi dengan keluarga secara berkala mengenai perkembangan Fahri.

  8. Memberikan dukungan dan motivasi agar Fahri dapat mengikuti pendidikan secara berkelanjutan.

  • Komitmen SDN 003 Bukit Padi

Kegiatan penjangkauan ini merupakan salah satu bentuk komitmen SDN 003 Bukit Padi dalam mendukung anak-anak agar dapat memperoleh pendidikan dan tidak kehilangan kesempatan untuk belajar.

Fahri Lagi Asyik Main dirumahnya

Sekolah berupaya membangun pendekatan yang humanis dengan mengutamakan komunikasi, motivasi, perhatian, serta kerja sama dengan keluarga. Penanganan ATS tidak hanya dilakukan dengan mengajak anak kembali ke sekolah, tetapi juga memastikan anak mendapatkan pendampingan agar dapat bertahan dan berkembang dalam proses pendidikannya.

Dengan adanya kemauan Fahri Ramadhan untuk kembali bersekolah, diharapkan langkah selanjutnya dapat berjalan dengan baik dan Fahri dapat kembali mengikuti kegiatan pembelajaran di SDN 003 Bukit Padi.

Kepala SDN 003 Bukit Padi bersama seluruh warga sekolah berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada Fahri agar dapat kembali belajar dengan nyaman, percaya diri, dan bersemangat.

  • Penutup

Kegiatan penjangkauan ATS terhadap Fahri Ramadhan menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian SDN 003 Bukit Padi terhadap keberlanjutan pendidikan anak.

Melalui kunjungan langsung ke rumah, komunikasi yang baik, pendekatan persuasif, serta dukungan keluarga, kegiatan tersebut memperoleh hasil positif dengan adanya kesediaan Fahri Ramadhan untuk kembali bersekolah di SDN 003 Bukit Padi.

Lokasi Rumah Fahri Bukit Padi

Sekolah berharap langkah ini menjadi awal yang baik bagi Fahri untuk kembali melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta meraih cita-cita di masa depan.

Bukit Padi, 23 Oktober 2026

Kepala SDN 003 Bukit Padi

TTD

Daisimi, S.Pd., SD

 *H@K Cipt@ SDN 003 Bukit Padi*


Senin, 13 Juli 2026

Poster Twibbon MPLS dan Peserta Didik Baru

 




Hak cipta     *Penulis: Edwin Kurniadi*

soal UKKJ Ahli Pertama Ke Muda

                                                     

                                                  Silahkan klik Link di bawah ini agar Bisa Lanjut

                                                                                👇👇

                                                               ukkj ahli pertama ke muda

Sabtu, 09 Mei 2026

T4.2.5. Aktivitas 5. Merefleksikan Pembelajaran Menguatkan Pemahaman, Menajamkan Strategi

 

  1. Apakah strategi pengajaran yang ditunjukkan sudah memahamkan murid?
    Ya, strategi pengajaran yang ditampilkan sudah membantu murid memahami materi dengan lebih baik. Penyampaian materi dilakukan secara bertahap dan disertai contoh langsung sehingga murid lebih mudah mengikuti pembelajaran. Pendekatan tersebut juga membantu murid menjadi lebih fokus, aktif, dan berani mencoba menyelesaikan tugas secara mandiri.

  2. Apa yang bagus dan bisa dipertahankan?
    Hal yang baik dan perlu dipertahankan adalah cara guru membangun komunikasi yang positif dengan murid, memberikan arahan secara jelas, serta membimbing murid dengan sabar selama proses belajar berlangsung. Suasana pembelajaran terlihat lebih hidup karena murid diberi kesempatan untuk praktik langsung dan mendapatkan penguatan dari guru ketika berhasil melakukan tugas dengan baik.

  3. Adakah hal yang bisa ditingkatkan atau diperjelas?
    Hal yang masih dapat ditingkatkan yaitu memperhatikan perbedaan kemampuan setiap murid agar semua dapat mengikuti pembelajaran secara optimal. Guru juga dapat menambahkan lebih banyak variasi aktivitas, media pembelajaran, dan kesempatan refleksi agar murid semakin memahami materi dan lebih percaya diri dalam belajar.

 *Penulis: Edwin Kurniadi*

T4.2.4. Aktivitas 4. Menerapkan Konsep Menuntun Praktik Mengajar yang Berdampak

dibawah ini berbentuk POSTER


dibawah ini berbentuk tulisan  👇👇
  1. Tuliskan beberapa bentuk prompt gerak tubuh yang sudah Bapak dan Ibu lakukan di kelas dan apa maknanya.

  • Mengangkat jempol → tanda bahwa jawaban atau pekerjaan murid sudah benar.

  • Menunjuk papan tulis → mengarahkan perhatian murid pada materi pembelajaran.

  • Mengangkat tangan → memberi tanda agar murid tenang dan memperhatikan guru.

  • Menganggukkan kepala → memberi dukungan agar murid melanjutkan jawabannya.

  • Tepuk tangan → bentuk apresiasi dan penyemangat bagi murid.

  1. Apakah seluruh murid dapat memahami prompt tersebut? Jelaskan alasannya.
    Sebagian besar murid dapat memahami prompt tersebut karena digunakan secara konsisten dan berulang dalam pembelajaran. Gerakan yang sederhana juga memudahkan murid memahami maksud dari isyarat yang diberikan guru. Namun, ada beberapa murid yang masih memerlukan penjelasan tambahan atau contoh secara langsung.

  2. Nilai-nilai apa yang terbentuk dalam prompt yang Bapak dan Ibu terapkan selama ini?
    Nilai yang terbentuk antara lain disiplin, tanggung jawab, percaya diri, fokus belajar, kerja sama, dan sikap saling menghargai antara guru dan murid.

  3. Dapatkah Bapak/Ibu mencoba mencari bentuk prompt gerak tubuh lainnya? Sebutkan. Lalu, jangan lupa praktikkan di dalam kelas.
    Ya, saya dapat mencoba bentuk prompt lain seperti:

  • Jari di bibir → tanda agar murid tenang.

  • Menunjuk telinga → tanda agar murid mendengarkan dengan baik.

  • Gerakan tangan memutar → tanda agar murid melanjutkan kegiatan.

  • Mengacungkan dua jari → tanda untuk bekerja berpasangan atau berdiskusi.

 *Penulis: Edwin Kurniadi*

T4.2.3. Aktivitas 3. Memperkaya Pemahaman Menguatkan Pemahaman lewat Tayangan Video

 

✏️ Gagasan utama, kutipan penting, atau strategi yang menarik perhatian

  • Pengajaran langsung membantu murid memahami materi melalui langkah-langkah yang jelas, terstruktur, dan bertahap.
  • Strategi prompt digunakan untuk membantu murid agar mampu melakukan tugas atau perilaku yang diharapkan secara bertahap hingga mandiri.
  • Teknik prompting terbukti membantu meningkatkan kemampuan kontak mata pada anak gangguan spektrum autisme dari 1 detik menjadi 5 detik.
  • Guru perlu memberikan bantuan sesuai kebutuhan murid dan mengurangi bantuan secara bertahap agar murid menjadi lebih mandiri.

🔖 Bagian yang relevan dengan pengalaman saya

Saya menyadari bahwa selama ini saya sudah sering menggunakan pengajaran langsung, seperti memberikan contoh, menjelaskan langkah-langkah tugas, dan mengecek pemahaman murid secara berkala. Saya juga pernah menggunakan prompt sederhana berupa isyarat, pengulangan instruksi, dan contoh langsung ketika membantu murid yang mengalami kesulitan belajar atau kurang fokus saat pembelajaran berlangsung.


📝 Refleksi pribadi

✨ Apa hal baru yang saya pelajari?

Saya memahami bahwa prompt bukan sekadar membantu murid, tetapi strategi yang terencana untuk membimbing murid mencapai kemandirian belajar. Saya juga belajar bahwa bantuan dapat diberikan dalam bentuk verbal, gestur, maupun bantuan fisik secara bertahap.

🤔 Apa yang menguatkan atau menantang pemahaman saya selama ini?

Materi ini menguatkan pemahaman saya bahwa setiap murid membutuhkan pendekatan yang berbeda sesuai kebutuhannya. Namun, saya juga merasa tertantang untuk lebih konsisten mengurangi bantuan secara bertahap agar murid tidak terlalu bergantung pada guru.

🚀 Strategi apa yang ingin saya coba atau sesuaikan dengan konteks kelas saya?

Saya ingin lebih sering menggunakan pengajaran langsung yang sistematis dan prompt yang sesuai kebutuhan murid, seperti menggunakan isyarat visual, contoh konkret, dan instruksi sederhana. Saya juga ingin lebih rutin mengamati respons murid agar bantuan yang diberikan benar-benar efektif dan dapat dikurangi secara bertahap untuk melatih kemandirian mereka.

 *Penulis: Edwin Kurniadi*

Jumat, 08 Mei 2026

T4.2.2. Aktivitas 2. Mengeksplorasi Strategi Pengajaran Langsung dan Prompt: Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

  📌 Refleksi

 *Penulis: Edwin Kurniadi*

  1. Apakah saya sudah memberikan bantuan yang benar-benar dibutuhkan murid, bukan yang saya anggap mudah untuk saya?
    Saya mulai menyadari bahwa bantuan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan murid, bukan hanya berdasarkan cara yang paling mudah bagi saya sebagai guru. Saya perlu lebih memperhatikan kemampuan dan kesulitan masing-masing murid agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat.

  2. Sudahkah saya memberi ruang bagi murid untuk mencoba, gagal, dan belajar bangkit kembali?
    Saya sudah berusaha memberikan kesempatan kepada murid untuk mencoba menyelesaikan tugas sendiri, meskipun terkadang masih terlalu cepat membantu ketika mereka mengalami kesulitan. Saya menyadari bahwa proses mencoba dan belajar dari kesalahan sangat penting untuk perkembangan murid.

  3. Apakah saya konsisten dalam mengurangi bantuan agar murid makin mandiri?
    Saya masih perlu lebih konsisten dalam mengurangi bantuan secara bertahap agar murid dapat belajar lebih mandiri dan percaya diri dalam menyelesaikan tugasnya sendiri.

 📌 Refleksi
  1. Apakah benar memberi isyarat, petunjuk, atau bantuan tambahan itu melemahkan murid?
    Tidak. Memberikan isyarat, petunjuk, atau bantuan tambahan bukan berarti melemahkan murid, tetapi membantu mereka memahami langkah awal dalam belajar sesuai kebutuhan dan kemampuan mereka.

  2. Atau, justru itu cara saya membuka jalan agar mereka bisa melangkah sendiri?
    Ya. Prompt merupakan cara untuk membantu murid lebih percaya diri, mampu mencoba, dan secara bertahap belajar menjadi lebih mandiri dalam menyelesaikan tugas dan menghadapi tantangan belajar.

T4.1.5. Aktivitas 5. Merefleksikan Pembelajaran Langkah Kecil Berdampak Besar

 📌 Refleksi

 *Penulis: Edwin Kurniadi*

  1. Apa yang saya pahami tentang asesmen fungsional?
    Saya memahami bahwa asesmen fungsional adalah proses untuk mengetahui kebutuhan, kemampuan, hambatan, dan cara belajar murid secara menyeluruh, tidak hanya dari hasil akademik tetapi juga dari perilaku, komunikasi, interaksi sosial, emosi, dan kemandiriannya.

  2. Mengapa asesmen ini penting dalam pembelajaran saya? Hubungkan dengan pengalaman nyata yang pernah dialami Bapak dan Ibu.
    Asesmen fungsional penting karena membantu saya memahami kebutuhan setiap murid sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kondisi mereka. Saya pernah memiliki murid yang sering tidak fokus dan terlambat menyelesaikan tugas. Awalnya saya menganggap murid tersebut kurang disiplin, tetapi setelah diamati lebih lanjut ternyata ia mudah terdistraksi dan membutuhkan arahan yang lebih jelas serta pendampingan. Dari pengalaman itu saya menyadari bahwa memahami kebutuhan murid sangat penting agar guru dapat memberikan dukungan yang tepat dalam pembelajaran.

T4.1.4. Aktivitas 4. Menerapkan Konsep Asesmen yang Menghidupkan Harapan dan Kesempatan Belajar

 

 *Penulis: Edwin Kurniadi*

Langkah 1: Refleksi Awal Guru

PertanyaanJawaban
Apa satu hal baru yang saya sadari tentang murid-murid saya akhir-akhir ini?Saya menyadari bahwa setiap murid memiliki cara belajar, karakter, dan kebutuhan yang berbeda-beda.
Apa tantangan utama yang mereka hadapi dalam belajar?Sebagian murid masih kurang fokus, kurang percaya diri, dan membutuhkan pendampingan dalam memahami materi.
Apa yang sudah saya lakukan untuk membantu mereka?Saya mencoba memberikan bimbingan, motivasi, serta menggunakan metode pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif.
Apa yang belum saya coba?Saya belum maksimal melakukan pendekatan individual dan asesmen kebutuhan belajar secara lebih mendalam.

Langkah 2: Observasi Kebutuhan Fungsional Murid

Nama Murid : Ahmad
Tanggal : 08-05-2026
Kelas : IV

Aspek ObservasiIndikator ObservasiCatatan Observasi
PerhatianApakah murid fokus saat instruksi? Mudah terganggu?Murid cukup fokus tetapi mudah terdistraksi saat suasana kelas ramai.
KomunikasiMurid dapat mengungkapkan kebutuhan?Murid mampu menyampaikan kebutuhan sederhana kepada guru.
Interaksi SosialBerinteraksi dengan teman/guru?Murid aktif berinteraksi dengan teman dekat dan guru.
Emosi dan RegulasiMudah marah? Terlihat cemas/Emosi stabil?Emosi cukup stabil namun kadang terlihat malu saat diminta menjawab.
KemandirianApakah murid mengikuti instruksi tanpa bantuan terus-menerus?Murid dapat mengikuti instruksi dengan sedikit arahan dari guru.

Langkah 3: Rencana Aksi Minggu

Nama MuridIdentifikasi Kebutuhan FungsionalAksi Spesifik dari GuruTarget WaktuIndikator Keberhasilan
AhmadMembutuhkan dukungan fokus saat belajarMemberikan arahan singkat dan media visual saat pembelajaranMinggu depanMurid dapat menyelesaikan tugas dengan lebih fokus
SitiKurang percaya diri saat menjawab pertanyaanMemberikan motivasi dan kesempatan berbicara secara bertahapMinggu depanMurid berani menjawab pertanyaan di kelas
RianMudah terdistraksi oleh temanMenempatkan murid di posisi duduk yang lebih kondusifMinggu depanMurid lebih aktif mengikuti pembelajaran

T4.1.3. Aktivitas 3. Memperkaya Pemahaman Menyimak Tayangan Video

 


  1. Apa yang muncul di benak saya setelah menonton video tersebut?
    Saya menyadari bahwa setiap murid memiliki karakter, kemampuan, dan kebutuhan belajar yang berbeda. Sebagai guru, saya perlu lebih memahami murid secara menyeluruh agar dapat memberikan pembelajaran yang sesuai dan mendukung perkembangan mereka.

  2. Sudahkah saya menilai murid berdasarkan proses dan komitmennya, bukan hanya hasil akhirnya?
    Saya sudah mulai mencoba menilai proses belajar, usaha, dan keterlibatan murid selama pembelajaran, meskipun terkadang masih lebih fokus pada hasil akhir. Video ini mengingatkan saya bahwa proses dan komitmen murid juga sangat penting untuk diapresiasi.

  3. Bagaimana tayangan video tersebut menguatkan pemahaman saya tentang asesmen di kelas?
    Video tersebut menguatkan pemahaman saya bahwa asesmen bukan hanya memberikan nilai, tetapi juga cara untuk memahami kebutuhan, potensi, serta kesulitan murid sehingga guru dapat menentukan strategi pembelajaran yang tepat.

  4. Bagaimana saya bisa menjadikan asesmen sebagai dialog yang membangun, bukan sekadar penilaian satu arah?
    Saya dapat memberikan umpan balik yang positif dan membangun, mengajak murid berdiskusi tentang kesulitan yang mereka alami, mendengarkan pendapat mereka, serta memberi kesempatan kepada murid untuk merefleksikan proses belajarnya sendiri.

 *Penulis: Edwin Kurniadi*

T4.1.1. Aktivitas 1. Menggugah Minat Bukan Tak Mampu Mengikuti, Mereka Hanya Perlu Dipahami

 


  1. Apa yang Bapak dan Ibu rasakan saat itu?
    Saya merasa bingung, khawatir, dan kurang memahami bagaimana cara menghadapi murid dengan perilaku tidak biasa tersebut.

  2. Apa penyebab dari perilaku tersebut yang sempat Bapak dan Ibu pikirkan?
    Awalnya saya berpikir murid tersebut kurang disiplin, tidak fokus belajar, atau kurang tertarik mengikuti pembelajaran di kelas.

  3. Apa tindakan pertama yang Bapak dan Ibu lakukan?
    Saya mencoba menegur, mengarahkan, dan mengajak murid untuk kembali fokus mengikuti kegiatan pembelajaran.

  4. Seandainya diberi kesempatan untuk mengulang kembali, adakah hal berbeda yang akan Bapak dan Ibu lakukan?
    Saya akan lebih tenang, melakukan pendekatan secara pribadi, mengamati perilaku murid lebih lanjut, serta mencari tahu kebutuhan dan kesulitan yang dialami murid tersebut.

  5. Apakah saat itu Bapak dan Ibu memiliki informasi yang cukup tentang kebutuhan murid tersebut?
    Belum sepenuhnya. Saat itu saya masih kurang memahami karakteristik dan kebutuhan murid sehingga belum dapat memberikan respons yang paling tepat.

     *Penulis: Edwin Kurniadi*

Forum Kolaborasi dan Berbagi Tema 4


 *Penulis: Edwin Kurniadi*

Kalaborasi ini sangat bermanfaat sebagai wadah berbagi pengalaman, ide, dan pengetahuan antar peserta. Dengan saling berdiskusi, bertanya, serta memberikan komentar yang membangun, kita dapat menciptakan komunitas pembelajaran yang aktif, positif, dan saling mendukung.

Melalui forum ini, saya berharap kita semua dapat memperoleh wawasan baru, inspirasi dalam praktik pembelajaran, serta solusi dari berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan. Semoga diskusi yang terjalin dapat mempererat hubungan sosial antar peserta dan menjadikan proses belajar lebih menyenangkan serta bermakna.

Selamat berdiskusi dan semangat belajar bersama!

Kamis, 07 Mei 2026

T3.2.4. Aktivitas 4. Menerapkan Konsep Merancang Kelas Ramah dan Inklusif

 

Aktivitas Refleksi Lingkungan Belajar Inklusif

1. Refleksi Diri

Kondisi Fisik Kelas

Ruang kelas sudah cukup nyaman dan memiliki pencahayaan yang baik, namun akses untuk semua murid masih perlu ditingkatkan, terutama dalam penataan ruang gerak antar bangku. Tempat duduk sudah diatur agar murid mudah melihat papan tulis, tetapi penggunaan media dan alat bantu belajar masih perlu lebih bervariasi agar dapat mengakomodasi kebutuhan belajar murid yang beragam.

Kondisi Non-Fisik Kelas

Interaksi sosial di kelas berjalan cukup baik dan murid mulai terbiasa bekerja sama dalam kelompok. Suasana emosional kelas juga cukup positif karena guru berusaha membangun komunikasi yang hangat dan terbuka. Namun, masih ada beberapa murid yang kurang percaya diri untuk aktif berpendapat dalam pembelajaran.

2. Identifikasi Kelebihan dan Kendala

Kelebihan

  • Kelas memiliki pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik

  • Hubungan guru dan murid cukup positif dan komunikatif

  • Murid mulai terbiasa bekerja sama dan saling membantu

Kendala

  • Lorong antar bangku masih kurang luas untuk akses semua murid

  • Media pembelajaran belum sepenuhnya bervariasi

  • Sebagian murid masih pasif dan kurang percaya diri saat belajar

3. Rancang Perubahan

Penataan Ulang Kelas

Saya akan menata posisi bangku agar lebih fleksibel dan mudah diakses seluruh murid. Area depan kelas dibuat lebih terbuka agar guru mudah mendampingi murid. Media visual dan hasil karya murid juga akan dipasang untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan inklusif.

Membangun Iklim Sosial dan Emosional

  • Membuat aturan kelas yang menekankan sikap saling menghargai

  • Menyambut murid dengan ramah setiap awal pembelajaran

  • Memberikan kesempatan kepada semua murid untuk aktif berpartisipasi

  • Membiasakan kerja kelompok dan diskusi kolaboratif

4. Komitmen Tindakan

Langkah KonkretPrioritasWaktu Pelaksanaan
Menata ulang posisi bangku agar lebih mudah diaksesTinggiMinggu pertama
Menggunakan media pembelajaran yang lebih bervariasiTinggiMinggu pertama
Membiasakan aktivitas diskusi dan kerja kelompok inklusifSedangBerkelanjutan

Komitmen:
Saya berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif, nyaman, dan mendukung partisipasi seluruh murid secara bertahap dan berkelanjutan.

 *Penulis: Edwin Kurniadi*

T3.2.3. Aktivitas 3. Memperkaya Mencermati Video: Membangun Kelas yang Nyaman untuk Semua

 

1. Dari video tersebut, apa hal yang menurut Bapak dan Ibu sangat baik dan bisa menjadi inspirasi untuk membuat kelas menjadi ramah dan inklusif?

Hal yang paling menginspirasi adalah cara guru menciptakan suasana kelas yang hangat, menghargai keragaman, dan memberikan kesempatan yang sama kepada semua murid untuk terlibat aktif dalam pembelajaran.

2. Tuliskan satu tindakan nyata yang bisa langsung dilakukan? Apa dampak positif yang diharapkan dari tindakan tersebut?

Tindakan nyata yang dapat langsung dilakukan adalah menata lingkungan kelas agar lebih nyaman dan mudah diakses oleh seluruh murid serta menggunakan pendekatan pembelajaran yang melibatkan semua murid secara aktif. Dampak positifnya adalah murid menjadi lebih percaya diri, merasa dihargai, dan lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran sehingga tercipta kelas yang inklusif dan ramah bagi semua.

 *Penulis: Edwin Kurniadi*